OtherPapers.com - Other Term Papers and Free Essays
Search

Hasan Al-Basri (malay)

Essay by   •  July 12, 2011  •  Essay  •  1,320 Words (6 Pages)  •  2,178 Views

Essay Preview: Hasan Al-Basri (malay)

Report this essay
Page 1 of 6

Hasan Al-Basri

Kelahiran

Hasan Al-Basri lahir di Madinah pada sekitar tahun 30 H. Ibunya bernama Khairah, pembantu yang sangat disayangi oleh Ummu Salamah, istri Rasulullah saw. Ayahnya bernama Yasar, budak di rumah Zaid bin Tsabit, juru tulis Rasulullah saw.

Ketika Hasan bin Yasar lahir, seseorang mengabarkan kepada ummul mukminin Ummu Salamah, maka ia meminta Khairah untuk menghabiskan masa nifasnya di rumah beliau. Beliau sangat gembira ketika mereka datang. Beliau menanyakan namanya. Khairah menyerahkan urusan nama kepada beliau, kemudian dengan berdoa memohon barokah beliau memberinya nama Hasan.

Masa pertumbuhan

Hasan bin Yasar tumbuh di lingkungan keluarga Rasulullah saw, di antara rumah-rumah istri-istri beliau, dan lingkungan para sahabat beliau. Dia dididik dan belajar dari manusia-manusia pilihan di masjid Rasulullah saw. Akhlaknya seperti akhlak keluarga dan para sahabat. Dia meriwayatkan banyak hadits dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa Al-Asy'ari, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, dan sahabat lainnya. Ia sangat mengagumi Ali bin Abi Thalib, karena keluasan ilmu dan kezuhudannya. Pada usia 14 tahun, ia ikut keluarganya pindah ke Basrah, Iraq. Dari nama kota inilah namanya kelak lebih dikenal menjadi Hasan Al-Basri. Di Basrah, Hasan Al-Basri lebih banyak tinggal di masjid, mengikuti halaqah-nya Ibnu Abbas. Dari beliau, Hasan Al-Basri banyak belajar ilmu tafsir, hadist dan qiro'at. Sedangkan ilmu fiqih, bahasa dan sastra dipelajarinya dari sahabat-sahabat yang lain. Ketekunannya mengejar dan menggali ilmu menjadikan Hasan Al-Basri sangat 'alim dalam berbagai ilmu. Ia terkenal sebagai seorang faqih yang terpercaya.

Keluasan dan kedalaman ilmunya membuat Hasan Al-Basri banyak didatangi orang yang ingin belajar langsung kepadanya. Nasihat Hasan Al-Basri mampu menggugah hati seseorang, bahkan membuat para pendengarnya mencucurkan air mata. Nama Hasan Al-Basri makin harum dan terkenal, menyebar ke seluruh negeri dan sampai pula ke telinga penguasa.

Akhlak dan sifatnya

Imam Hasan Al Bashri adalah seorang ulama tabi'in terkemuka di kota Basrah, Irak. Beliau dikenal sebagai ulama yang berjiwa besar dan mengamalkan apa yang beliau ajarkan. Beliau juga dekat dengan rakyat kecil dan dicintai oleh rakyat kecil.

Imam Hasan Al Bashri memiliki seorang tetangga nasrani. Tetangganya ini memiliki kamar kecil untuk kencing di loteng di atas rumahnya. Atap rumah keduanya bersambung menjadi satu. Air kencing dari kamar kecil tetangganya itu merembes dan menetes ke dalam kamar Imam Hasan Al Bashri. Namun beliau sabar dan tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali. Beliau menyuruh istrinya meletakkan wadah untuk menadahi tetesan air kencing itu agar tidak mengalir ke mana-mana.

Selama dua puluh tahun hal itu berlangsung dan Imam Hasan Al Bashri tidak membicarakan atau memberitahukan hal itu kepada tetangganya sama sekali. Dia ingin benar-benar mengamalkan sabda Rasulullah SAW. "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya."

Suatu hari Imam Hasan Al Bashri sakit. Tetangganya yang nasrani itu datang ke rumahnya menjenguk. Ia merasa aneh melihat ada air menetes dari atas di dalam kamar sang Imam. Ia melihat dengan seksama tetesan air yang terkumpul dalam wadah. Ternyata air kencing. Tetangganya itu langsung mengerti bahwa air kencing itu merembes dari kamar kecilnya yang ia buat di atas loteng rumahnya. Dan yang membuatnya bertambah heran kenapa Imam Hasan Al Bashri tidak bilang padanya.

"Imam, sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing kami ini ?" tanya si Tetangga.

Imam Hasan Al Bashri diam tidak menjawab. Beliau tidak mau membuat tetangganya merasa tidak enak. Namun ...

"Imam, katakanlah dengan jujur sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing kami ? Jika tidak kau katakan maka kami akan sangat tidak enak," desak tetangganya.

"Sejak dua puluh tahun yang lalu," jawab Imam Hasan Al Bashri dengan suara parau.

"Kenapa kau tidak memberitahuku ?"

"Nabi mengajarkan untuk memuliakan tetangga, Beliau bersabda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya !"

Seketika itu si Tetangga langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia dan seluruh keluarganya masuk Islam.

Ketika Al-Hajaj ats-Tsaqofi memegang kekuasan gubernur Iraq, ia terkenal akan kediktatorannya. Perlakuannya terhadap rakyat¬ terkadang sangat melampaui batas. Nyaris tak ada seorang pun penduduk Basrah yang berani mengajukan kritik atasnya atau menen¬tangnya. Hasan Al-Basri adalah salah satu di antara sedikit penduduk Basrah yang berani mengutarakan kritik pada Al-Hajaj. Bahkan di depan Al-Hajaj sendiri, Hasan Al-Basri pernah menguta¬rakan kritiknya yang amat pedas.

Saat itu tengah diadakan peresmian istana Al-Hajaj di tepian kota

...

...

Download as:   txt (9.3 Kb)   pdf (115.5 Kb)   docx (12.5 Kb)  
Continue for 5 more pages »
Only available on OtherPapers.com